Desa Ginanjar merupakan salah satu desa yang terletak di wilayah Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Secara etimologis, nama “Ginanjar” diambil dari bahasa Sunda yang berasal dari kata dasar ganjar, yang bermakna anugerah, ganjaran baik, atau karunia dari Sang Pencipta. Para sesepuh dan tokoh masyarakat setempat pada masa lampau menyematkan nama ini sebagai wujud doa dan rasa syukur. Harapannya, desa ini menjadi tempat bermukim yang senantiasa dilimpahi keberkahan, kemakmuran, serta ketenteraman bagi seluruh warganya.
Dalam lintasan sejarah administratifnya, perkembangan Desa Ginanjar tidak lepas dari dinamika pemekaran wilayah di kawasan utara Kabupaten Sukabumi. Pada awalnya, wilayah Ciambar dan desa-desa di dalamnya merupakan bagian dari Kecamatan Nagrak. Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan kebutuhan untuk mempercepat serta meratakan pelayanan publik, dilakukanlah pemekaran desa. Perkembangan ini terus berlanjut hingga akhirnya Kecamatan Ciambar resmi dimekarkan dari Kecamatan Nagrak pada pertengahan tahun 2000-an. Sejak saat itu, Desa Ginanjar secara definitif beralih dan masuk ke dalam wilayah administratif Kecamatan Ciambar.
Secara geografis, Desa Ginanjar berada di kawasan dataran tinggi penyangga yang berbatasan langsung dengan area konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Posisi yang berada di kaki gunung ini membuat Desa Ginanjar dianugerahi udara yang sangat sejuk serta kondisi tanah yang subur. Oleh karena itu, kehidupan sosial ekonomi masyarakatnya secara turun-temurun sangat bergantung pada sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan sebagai mata pencaharian utama. Selain potensi agraris, anugerah alam yang asri ini juga memberikan potensi wisata alam lokal, salah satu yang paling dikenal adalah pesona air terjun Curug Luhur.