PR JABAR – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Trisakti berkolaborasi dengan Universitas Nusa Putra menerapkan sistem drainase dan penahan tanah di Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi.Akses berita premium Langkah yang dilakukan ini menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko bencana longsor sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai legalitas kepemilikan tanah. Kegiatan yang berlangsung pada 5 Juli 2026 itu juga merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program bertajuk “Penerapan Drainase dan Penahan Tanah untuk Mitigasi Bencana Longsor serta Edukasi Legalitas Tanah di Desa Ginanjar, Kabupaten Sukabumi”.
Tim PKM terdiri atas dosen Universitas Trisakti, yakni Ir. Wahyu Sejati, S.T., M.T., Dr. Tech. Ir. Muhammad Zaki, S.T., M.T., dan Amalia Zuhra, S.H., LL.M., Ph.D., yang berkolaborasi dengan dosen Universitas Nusa Putra, Dudih Gustian, S.T., M.Kom. Kegiatan tersebut ikut melibatkan empat mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Trisakti, yaitu Moh. Ulil Absor, Marsetya Aulia Rahma, Muhammad Imam, dan Faris Firdaus. Pelaksanaan program menggandeng Pemerintah Desa Ginanjar, Kelompok Tani Mutiara Bumi, Kelompok Karang Taruna, serta masyarakat setempat sebagai mitra dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana.
Desa Ginanjar dipilih karena memiliki tingkat kerawanan longsor yang cukup tinggi. Kondisi topografi berbukit, curah hujan tinggi, serta sistem drainase yang belum optimal menyebabkan lereng rentan mengalami erosi yang berpotensi mengancam permukiman, lahan pertanian, hingga infrastruktur desa
Ketua Tim PKM Universitas Trisakti, Ir. Wahyu Sejati, S.T., M.T., menjelaskan penerapan sistem drainase menjadi salah satu solusi untuk mengendalikan aliran air permukaan sehingga mampu mengurangi infiltrasi yang dapat meningkatkan tekanan air pori pada lereng.
“Sistem drainase yang baik berfungsi mengendalikan aliran air permukaan sehingga dapat mengurangi infiltrasi yang menyebabkan peningkatan tekanan air pori pada lereng,” ujarnya. Selain itu, pembangunan penahan tanah dilakukan untuk meningkatkan stabilitas lereng sekaligus mencegah terjadinya pergerakan tanah yang berpotensi memicu longsor. Tidak hanya menghadirkan solusi teknis, kegiatan PKM juga diisi dengan penyuluhan mitigasi bencana kepada masyarakat. Peserta mendapatkan edukasi mengenai penyebab longsor, tanda-tanda awal pergerakan tanah, langkah-langkah pencegahan, hingga prosedur evakuasi ketika terjadi kondisi darurat. Program tersebut berlangsung secara partisipatif dengan melibatkan pemerintah desa, Kelompok Tani Mutiara Bumi, Karang Taruna, serta warga setempat. Seluruh peserta terlibat langsung dalam proses pembangunan, diskusi, dan sesi tanya jawab sehingga terjadi transfer pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Selain aspek mitigasi bencana, tim PKM juga memberikan edukasi mengenai pentingnya legalitas kepemilikan tanah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran hukum masyarakat. Melalui kegiatan ini, Universitas Trisakti menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang berkelanjutan.Akademi & Universitas Program tersebut diharapkan dapat menjadi model pengabdian masyarakat berbasis mitigasi bencana yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain dengan karakteristik serupa guna mendukung terwujudnya desa tangguh bencana. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Tahun Anggaran 2026.***
Sumber Artikel berjudul “Kolaborasi Trisakti dan Nusa Putra Perkuat Mitigasi Bencana di Desa Ginanjar Sukabumi”, selengkapnya dengan link: https://jabar.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-36510322789/kolaborasi-trisakti-dan-nusa-putra-perkuat-mitigasi-bencana-di-desa-ginanjar-sukabumi?page=all